Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Semuanya Dimulai Dari Apa Yang Kita Percayai

Semuanya Dimulai Dari Apa Yang Kita Percayai

Semuanya Dimulai Dari Apa Yang Kita Percayai

Bukan kaki yang menggerakkan langkah kita, melainkan pikiran kita.

Suatu hari, ada seorang pria yang sedang berjalan-jalan ke suatu sirkus melewati seekor gajah. Pada saat itu, ada saru hal yang menarik perhatiannya, yaitu gajah yang besar ini diikat oleh sebuah tali yang kecil dan tidak bisa kemana-mana, ia bahkan tidak berusaha melepaskan diri dari tali tersebut.

Karena penasaran, pria itu mendatangi pawang gajah dan bertanya, "Kenapa gajah itu hanya diam saja dan tidak mencoba untuk kabur?"

Pawang itu pun menjawab. "Sejak dari sangat kecil, gajah itu terikat oleh tali. Ia mencoba berulang kali untuk meloloskan diri dan memutuskan talinya, tapi karena saat itu tenaganya belum kuat, ia tidak mampu. Dan kini, saat ia dewasa, ia masih percaya bahwa tali tersebut tidak bisa diputuskan. Jadi, ia tidak pernah lagi mencoba untuk meloloskan diri."

Dari kisah tersebut, ada satu pertanyaan yang dapat kita renungkan. Berapa banyak dari kita yang sudah percaya akan kegagalan akibat pengalaman di masa lalu?

Bisa jadi, pola pikir kita yang salah membuat kita takut untuk bergerak, melangkah dan berbuat sesuatu. Padahal jika mau jujur, kenyataan tidaklah selalu seburuk apa yang kita bayangkan.

Untuk itulah kita perlu memahami bagaimana pola pikir itu tercipta dari apa yang kita percayai, karena pola pikir bisa membangun diri atau malah menghancurkan ketika tidak dikelola secara baik.

Mindset atau pola pikir adalah sekumpulan kepercayaan (belief system) yang kita yakini dan mempengaruhi cara kita dalam berpikir dan berperilaku.

Mindset atau pola pikir

Ibarat gunung, behavior system (perilaku) merupakan puncak dari gunung tersebut, dan belief system (keyakinan) serta thinking system (persepsi) berada di bawahnya. 

Perilakulah yang terlihat oleh dunia luar. Apa yang kita tampilkan dan orang lain lihat, namun sebenarnya hal tersebut hanyalah bagian kecil dari diri kita.

Jika digali ke dalam, kita memiliki thinking system atau cara kita memaknai setiap pengalaman sepanjang hidup yang juga dipengaruhi oleh belief system atau sebuah nilai dasar yang kita percayai yang tercipta dari berbagai hal yang kita jalani sepanjang hidup.

Ketika kita hanya mengubah bagian atas (perilaku) tanpa menyentuh hal yang paling mendasar (nilai dan sistem kepercayaan), maka perubahan tersebut biasanya tidak akan bertahan lama.

Inilah yang terjadi pada banyak hal seperti kebiasaan buruk yang kembali datang, padahal kita sudah berusaha mengubahnya dengan sekuat tenaga.

Tanpa kita sadari, yang seringkali menghambat sebuah perubahan yang kita inginkan ternyata adalah diri kita sendiri. 

Kenapa bisa begitu? Karena sebagian besar dari kita akan merasa "terusik" ketika harus mengalami sebuah perubahan dan berusaha membentuk zona pertahanan diri. Dalam dunia psikologi, ini disebut sebagai defence mechanism atau mekanisme pertahanan diri.

Dalam pendekatan biologi dan fisiologis manusia juga terdapat istilah 'homeostasis' yaitu mekanisme otomatis tubuh kita untuk bertahan hidup dan menghindari ketidaknyamanan. Jadi kita memang didesain untuk mencari, bahkan tinggal dalam zona nyaman.

Lalu kemudian, apa yang harus kita lakukan untuk bisa berubah?

Pertama, fokuslah memperluas zona nyaman, bukan hanya berusaha keluar dari sana. Pelajarilah banyak hal baru, bertemu orang baru dan juga gali hal yang selama ini belum kita lakukan. Cara ini berarti, perubahan yang kita lakukan dari hal kecil namun konsisten.

Kedua, tanamkan sebuah belief sistem baru ke dalam diri kamu. Ini bisa jadi sesuatu yang berharga, bernilai dan kamu percayai sebagai penggerak perilaku.


Sc: @daudantonius

Posting Komentar untuk "Semuanya Dimulai Dari Apa Yang Kita Percayai"