Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Kamu Menjelaskan Keberhasilan Dan Kegagalan?

Bagaimana Kamu Menjelaskan Keberhasilan Dan Kegagalan?

Bagaimana Kamu Menjelaskan Keberhasilan Dan Kegagalan?

Bagaimana kamu menjelaskan keberhasilan atau kegagalan yang kamu alami? Mengapa kamu berhasil lulus ujian? Mengapa kamu gagal diterima kerja? 

Ada beberapa kemungkinan yang kamu lakukan untuk menjelaskannya. Pertama, keberhasilan atau kegagalan dilihat sebagai hasil dari disposisi kamu yang stabil (misalnya karena bakat, kecerdasan, kemampuan atau karakteristik fisik). Sebagai contoh adalah keberhasilan Bobo. Pada saat SMA ia pelajar yang tekun, rajin dan sering juara kelas. Maka pada saat Bobo lulus ujian SBMPTN dan diterima di perguruan tinggi ternama, orang menganggap Bobo lulus karena cerdas dan berkemampuan tinggi.

Kedua, keberhasilan atau kegagalan dilihat sebagai hasil dari situasi yang stabil (misalnya karena tugasnya sulit atau aturannya terlampau ketat). Sebagai contoh adalah kegagalan Bobo. Ia gagal berjalan diatas batang bambu yang dilintangkan diatas sungai. Orang  menganggap Bobo gagal karena tugasnya memang sulit. Berjalan di atas sebatang bambu bukan pekerjaan mudah.

Ketiga, keberhasilan atau kegagalan dilihat sebagai hasil disposisi yang tidak stabil (misalnya karena usaha, mood, kelelahan, atau emosi). Sebagai contoh adalah keberhasilan Bobo memperbaiki motor meskipun ia bukan montir. Nah, orang akan menganggap Bobo berhasil karena ia berusaha keras. Demikian juga pada saat Bobo kalah dalam pertandingan bulu tangkis, padahal biasanya menang. Maka orang akan menganggapnya karena kelelahan.

Keempat, keberhasilan atau kegagalan dilihat sebagai hasil situasi yang tidak stabil (misalnya karena nasib, ketidaksengajaan atau kesempatan). Sebagai contoh adalah keberhasilan Bobo mencetak gol ke gawang lawan saat bermain bola. Awal mulanya dia hanya asal menendang bola ke arah depan. Tapi ternyata penjaga gawang terpeleset jatuh, akibatnya bolanya masuk gawang.

Kelima, keberhasilan atau kegagalan dilihat sebagai hasil disposisi yang dapat dikendalikan atau tidak dapat dikendalikan. Misalnya orang berhasil dalam ujian karena usaha keras (orang bisa berusaha untuk lulus, oleh karena itu bisa dikendalikan). Bisa juga orang berhasil karena bakat yang luar biasa besar sehingga tidak dapat dikendalikan. Misalnya keberhasilan Albert Einstein menemukan teori relativitas adalah karena bakat luar biasa dalam diri Einstein.

Keenam, keberhasilan atau kegagalan Anda dilihat sebagai hasil situasi yang dapat dikendalikan atau tidak dapat dikendalikan. Misalnya orang gagal tiba tepat waktu karena bangun terlambat (bangun terlambat dapat dikendalikan). Demikian juga orang gagal menerbangkan layang-layang karena angin tidak berhembus (angin mati tidak dapat dikendalikan).

Posting Komentar untuk "Bagaimana Kamu Menjelaskan Keberhasilan Dan Kegagalan?"