Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hati-Hati, Jangan-Jangan Kamu Penebar Toxic Positivity

Hati-Hati, Jangan-Jangan Kamu Penebar Toxic Positivity

Hati-Hati, Jangan-Jangan Kamu Penebar Toxic Positivity

Hati-hati, jangan-jangan selama ini kamu penerbar toxic positivity.

Positif tapi toxic? Gimana maksudnya?

Kata-kata yang baik, berbunga-bunga dan penuh semangat belum tentu memberi dampak baik untuk orang lain, jangan-jangan jatuhnya malah toxic positivity.

Apa sih toxic positivity?

Sederhananya adalah ketika seseorang menggunakan statment yang membahagiakan dan optimis sehingga pada akhirnya terkesan mengabaikan, mengingkari, mengecilkan dan bahkan tidak mengakui adanya emosi alami dari manusia.

Apa beda toxic positivity dan Helpful positivity?

Ciri-ciri Toxic positivity:

  • Mendorong seseorang untuk selalu berfikir positif dan merasa bahagia sepanjang waktu
  • Mengatakan hal-hal seperti "lihat sisi positifnya deh"
  • Meremehkan orang-orang yang mengalami 'bad day'
  • Mengabaikan perasaan mereka yang sesungguhnya dengan harapan ingin lebih positif
  • Menyangkal semua emosi kecuali emosi positif
  • Mencoba untuk 'lanjut saja' daripada menghadapi perasaan yang sebenarnya.
Bagaimana dengan yang real optimist atau helpful positivity
  • Mengakui semua emosi entah itu emosi baik dan emosi buruk
  • Berkata "aku akan ada di sini apapun yang terjadi"
  • Membantu orang untuk mau terbuka pada perasaan baik dan buruknya
  • Sadar bahwa setiap emosi adalah bagian dari sifat alami manusia
  • Mengerti bahwa setiap emosi adalah bagian dari sifat alami manusia
  • Mengerti bahwa setiap pengalaman hidup manusia tidak selalui baik
  • Tetap suportif pada diri sendiri dan orang di sekitarnya, tidak peduli apapun perasaannya.
Contoh toxic positivity:

  • Kalau pikiranmu negatif terus nggak ada gunanya juga
  • Pasti bisa kok
  • Orang lain banyak yang lebih susah dari kamu
  • Senyum dong, nangis terus nggak akan membantu
  • Pikirin yang positif-positif aja
Contoh optimis:
  • Dikeluarin aja unek-uneknya atau mungkin ada yang bisa aku bantu untuk meringankan bebanmu?
  • Sedih nggak masalah, tapi kamu sudah kuat sampai sejauh ini
  • Kamu nggak sendirian kok, aku akan coba bantu kamu
  • Nangis aja dulu, butuh tisu atau pelukan?
  • Pasti sekarang lagi berat banget ya pikiranmu, normal kok, mungkin kamu mau cerita?

Mungkin maksudmu baik untuk membuat mereka atau dirimu sendiri semangat dengan terus menumbuhkan pikiran positif. Tapi, semakin kesini orang jadi memaksa orang lain untuk hanya memikirkan perasaan positif saja, padahal setiap emosi baik positif atau negatif adalah bagian dari menjadi manusia.

Tidak ada seseorangpun yang menghabiskan hidupnya selalu merasa bahagia. Normal untuk merasa sedih sekali waktu. Tanpa masa-masa sulit, bagaimana kita tahu yang mana waktu-waktu bahagia?


Posting Komentar untuk "Hati-Hati, Jangan-Jangan Kamu Penebar Toxic Positivity"