Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Katakan Tidak Pada Selingkuh

Katakan Tidak Pada Selingkuh

Katakan Tidak Pada Selingkuh

Perselingkuhan akhir-akhir ini menjadi bahan perbincangan yang menarik dan santer, sebab perselingkuhan itu sendiri tidak hanya didominasi oleh para pria, tetapi juga wanita di segala lapisan dan golongan, bahkan tidak memandang usia. 

Sebenarnya fenomena ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga di kota-kota kecil atau pun di daerah. bahkan ada pula yang suaminya menikah lagi dan punya anak selama bertahun-tahun tanpa diketahui oleh pihak istri pertamanya. 

Perselingkuhan bukanlah tanpa akibat, akan tetapi memberi luka yang mendalam bagi pasangan, bahkan membuat pasangan merasa sangat terpukul, marah, sakit hati, benci pada suami atau istri dan selingkuhannya, hilang total kepercayaan, tidak lagi bisa menghormati pasangan, hingga akhirnya tidak mampu lagi membangun cinta kasih dan persahabatan yang selama ini menjadi pengikat dalam kehidupan perkawinan. 

Banyak yang mengatakan bahwa sulit sekali untuk kembali mencintai setelah dikhianati sekian lama. Sehingga meskipun perkawinan tersebut bisa diselamatkan, namun tetap saja hatinya sudah menjadi dingin dan hubungan jadi hambar.

Apa yang dimaksud dengan Selingkuh?

Ada beberapa pakar yang berbeda pendapat tentang perselingkuhan, ada yang melihat perselingkuhan ketika terjadi hubungan seksual yang bukan pasangan resminya, ada yang berpendapat bahwa tanpa berhubungan seksual tetapi ada keterlibatan asmara antara dua pasangan yang bukan pasangan resmi. 

Menurut Latvala (2003) yang mengutip dari Essensial Dictionary menemukan dua definisi tentang perselingkuhan, menurutnya perselingkuhan adalah jika dua orang yang tidak saling terikat dalam satu perkawinan melakukan selingkuh, mereka mempunyai hubungan seksual. Sedangkan definisi yang lain memberikan pengertian bahwa penyelewengan terjadi, ketika seseorang yang sudah menikah atau yang sudah mempunyai ikatan khusus dengan seseorang melakukan hubungan seks dengan orang lain.

Bentuk-bentuk Perselingkuhan

1. Perselingkuhan non sexual

Hubungan perselingkuhan non sexual biasanya melibatkan adanya perasaan jatuh cinta diantara dua orang lawan jenis dimana salah seorang atau keduanya telah menikah yang diekpresikan hanya sebatas aktivitas oral, misalnya saling menceritakan perasan dan masalah masing-masing dan berbagi rasa serta kegiatan lain yang bersifat pribadi bukan bersifat sexual

Sebagian orang mengatakan bahwa kasus perselingkuhan non sexual ini sering kali terjadi bukan sekedar karena seseorang menemukan orang yang dirasa cocok sebagai sahabat tapi justru oleh sebab- sebab lain. Misal karena sesungguhnya individu merasa frustasi dengan kehidupan pernikahannya.

Sebagian orang melakukan perselingkuhan yang bersifat non sexual beranggapan bahwa melibatkan unsur seks dalam persahabatan sama halnya dengan merusak kehidupan pernikahan mereka. Padahal banyak terjadi kasus pernikahan retak karena keterlibatan emosional dari orang lain yang berbeda jenis, sebab seringkali tanpa disadari dari persahabatan lalu muncul keinginan untuk membandingkan pasangan yang resmi terlihat negatif dibandingkan dengan sahabatnya.

2. Perselingkuhan sexual

Sesuai namanya, perselingkuhan sexual adalah bentuk perselingkuhan yang melibatkan aktivitas seksual. Perselingkuhan jenis inilah yang lebih dikenal sebagai selingkuh 'yang sesungguhnya' oleh kebanyakan orang.

Tips Menghindari Perselingkuhan

Berikut adalah beberapa tips untuk menghindari atau meminimalisir perselingkuhan:

1. Niat Kuat

Tetapkan hati untuk tidak mendua. Sedari awal menikah ataupun baru berpacaran, niatkan dalam hati bahwa hanya dia yang kamu miliki. Pasti kamu sering mendengar kalimat “Satu saja nggak habis, kenapa mesti dua atau lebih?" Nah, cobalah untuk menerapkannya. Camkan juga bahwa pernikahan adalah sakral dan hanya dilakukan sekali dalam hidup.

2. Ingat Karma

Jika tidak ingin dikhianati oleh pasangan, maka jangan melakukannya. Berani berbuat, harus berani mengambil resiko. Ingatlah karma, jika kamu pernah berselingkuh, suatu hari entah kapan waktunya, semuanya bisa berbalik menimpa kamu. Jadi sebaiknya jangan sekali-kali mencoba untuk berselingkuh, ingatlah karma.

3. Self-help

Ada banyak sekali, bisa kamu peroleh dari membaca buku, postingan di medsos atau website yang memuat artikel solusi maupun tips-tips yang bisa dijadikan referensi untuk kamu agar terhindar dari selingkuh. Bisa juga dengan minta pendapat dengan beberapa sahabat kamu yang bisa memberikan pandangan yang netral.

4. Lihat Pasangan Lebih Dekat

Jangan membandingkan pasangan dengan yang lain. Lihat dia dan terima dia apa adanya, meski ada kekurangan itu adalah hal yang wajar sebab manusia tidak ada yang sempurna. Justru kamu harus bisa menggali daya tariknya bukan dalam hal fisik semata, seperti simpati, kebaikannya, ataupun kesetiaannya.

5. Komitmen

Menjaga komitmen serta aturan yang telah dibuat berdua. Setelah berniat untuk setia, terapkan pula dalam keseharian bahwa kamu harus menerapkan kesetiaan. Jika ada masalah lebih dahulu dibicarakan dengan pasangan. Jangan menganggap kamu sendirian, melainkan ada pasangan yang menjadi partner hidupmu. Lantas bagi pribadi narsistik, sebaiknya buat komitmen dan aturan yang jelas dan tegas, sehingga mencegah terjadinya perselingkuhan.

Posting Komentar untuk "Katakan Tidak Pada Selingkuh"