Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Arti Percaya Diri

Kebanyakan orang menganggap bahwa kriteria orang yang percaya diri adalah sosok yang sempurna dan mampu melakukan apa saja, atau memiliki penampilan fisik tanpa cacat sedikit pun. Mungkin di antara mereka ada beberapa orang yang minder karena memiliki kekurangan misalnya hidung pesek, tubuh mungil, kulit hitam, dll.

Menurut Psikolog W. H. Miskell, percaya diri adalah kepercayaan akan kemampuan sendiri yang memadai dan menyadari kemampuan yang dimiliki, serta dapat memanfaatkannya secara tepat. 

Maslow mendefiniskan percaya diri sebagai modal dasar untuk pengembangan aktualitas diri. Dengan percaya diri orang akan mampu mengenal dan memahami diri sendiri. Sementara itu, kurangnya percaya diri akan menghambat pengembangan potensi diri. Orang yang kurang percaya diri akan menjadi seseorang yang pesimis dalam menghadapi tantangan, takut dan ragu-ragu untuk menyampaikan gagasan, serta bimbang dalam menentukan pilihan dan sering membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain.

Dari makna yang ditulis beberapa psikolog di atas, mungkin bagi kebanyakan orang memang masih terlalu mentah untuk benar-benar memahami hal tersebut. Jadi, agar hal tersebut dapat lebih nyaman di baca perlu adanya suatu rangkuman khusus untuk mudah dicerna dalam hati para pembaca.

Pertama-tama, perlu diketahui bahwa orang percaya diri memiliki sikap atau perasaan yang yakin pada kemampuan sendiri. Keyakinan itu dapat muncul setelah seseorang tahu apa yang dibutuhkan dalam hidupnya. Semua orang tahu bahwa untuk mencapai kemakmuran kita harus bekerja keras dan bijak dalam mengatur keuangan. Rasa yakin akan muncul setelah seseorang tahu apa yang diharapkan dalam hidup, sehingga mereka mampu melihat kenyataan yang ada.

Jadi, dalam dalam hidup ini kita tidak perlu lagi membanding-bandingkan kemampuan kita dengan orang lain dan jangan mudah terpengaruh oleh orang lain. Berusahalah agar tidak berharap dengan dukungan orang lain, karena kita harus mengerti apa yang kita butuh dan harapkan dalam hidup ini.

Ciri-Ciri Orang Yang Percaya Diri

Untuk membedakan ciri-ciri orang yang percaya diri bisa diamati pada suatu hal yang spesifik. Pada tahun 1978, seorang ahli psikolog bernama Lauster memaparkan ciri dari percaya diri yaitu tidak mementingkan diri sendiri, cukup toleran, tidak membutuhkan dukungan dari orang lain yang berlebihan, serta bersifat optimis dan gembira.

Selain itu bisa disebutkan bahwa orang yang percaya diri tidak pernah merisaukan diri untuk memberikan kesan yang menyenangkan di mata orang lain dan tidak ragu pada diri sendiri. Ada lagi bahwa orang percaya diri memiliki 'kemerdekaan psikologis' yaitu kebebasan mengarahkan pilihan dan mencurahkan tenaga, berdasarkan keyakinan pada kemampuan dirinya untuk melakukan hal-hal yang produktif. Dengan demikian mereka lebih menyukai pengalaman baru, pekerjaan yang efektif, dan tanggung jawab sehingga tugas yang dibebankan selesai dengan tuntas.

Sebaliknya, orang yang kurang percaya diri cenderung tidak menarik, kurang menunjukkan kemampuan, dan jarang menduduki jabatan pemimpin. Dilihat dari beberapa penelitian dapat dilihat bahwa mereka selalu tidak puas dengan apa yang ada dalam dirinya, misalnya: diet yang berlebihan, suka mengantongi jimat, bingung memoles wajah dengan cream ini itu, menyesali kondisi fisik yang sudah diberikan tuhan kepadanya, dan cenderung malas dalam study (sering mengalami kegagalan di sekolah sehingga menganggap bahwa belajar itu tak ada gunanya).

Dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, biasanya orang yang percaya diri akan lebih mudah berbaur dan beradaptasi dibandingkan yang tidak. Karena mereka memiliki pegangan yang kuat, mampu mengembangkan motivasi, serta penuh keyakinan terhadap peran yang dijalaninya. Untuk itu, alangkah lebih baiknya agar yakin menerima dan menghargai diri sendiri secara positif, yakin akan kemampuan diri sendiri, optimis, tenang, aman, dan tidak perlu ragu dalam menghadapi masalah.

Menyembuhkan Krisis Percaya Diri

Krisis percaya diri merupakan hal yang sangat manusiawi. Hal ini dibuktikan sendiri oleh para psikolog ternama yang mengatakan bahwa sejak kecil hingga sekarang, orang memiliki krisis percaya diri yang menimbulkan gangguan sangat kronis bagi si penderita hingga dia tak mau lagi bergaul dengan orang lain. Bahkan sebagian dari mereka rela mengakhiri hidupnya hanya karena kurang mental menghadapi tantangan dalam hidup ini.

Rasa tidak percaya diri bisa dikikis, diperbaiki, bahkan dilenyapkan dari dalam diri kita. Apabila seseorang mengidap perilaku yang merugikan atau mengganggu hingga mengancam pertumbuhan dan perkembangan jiwanya, maka perilaku tersebut harus segera diperbaiki agar orang tersebut dapat kembali berinteraksi dengan baik di lingkungannya.

Ada begitu banyak hal yang mengakibatkan kerugian yang berkepanjangan baik dari dalam pekerjaan, keluarga, maupun kehidupan sosial lainnya. Ada baiknya juga kita berusaha melarutkan serta mengikis hingga tuntas rasa tidak percaya diri kita agar bisa menjadi pribadi yang lebih sehat.

Di dalam diri kita diperlukan suatu perbaikan yang berasal dari dalam jiwa. Seperti di antaranya adalah proses pengenalan diri, pengembangan potensi dan memotivasi diri untuk berubah. Ada baiknya juga seseorang perlu mengetahui arti dan ciri-ciri orang yang percaya diri.

Posting Komentar untuk "Meningkatkan Rasa Percaya Diri"