Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Sih Kesan Tentang Orang Lain Itu?

Apa Sih Kesan Tentang Orang Lain Itu?

Apa Sih Kesan Tentang Orang Lain Itu?

Apa yang kamu lakukan terhadap orang yang baru ditemui? Kamu membentuk kesan tentangnya berdasarkan informasi yang kamu peroleh tentang orang tersebut. Oleh karena kamu melihat orang itu banyak tertawa dan bergurau, maka mungkin kamu memiliki kesan orang itu baik, humoris, baik hati atau lainnya.

Tidak hanya pada saat pertama bertemu kamu membentuk kesan terhadap orang lain. Secara terus menerus sepanjang interaksi dengannya, kamu akan membentuk kesan tentang orang tersebut. Boleh jadi kesannya akan terus memperkuat kesan pertama, atau merubah kesan pertama itu. 

Misalkan pada saat pertama bertemu, kamu memperoleh kesan si dia romantis. Nah, pada pertemuan-pertemuan selanjutnya kesan kamu semakin diperkuat. Namun bisa jadi, kesan itu berubah. Setelah beberapa waktu, kamu sudah tidak lagi menganggapnya romantis.

Ada banyak kesan yang bisa dibuat tentang orang lain, misalnya kesan bahwa orang pemarah, sedang sedih, pelit, anggota geng kriminal, sengsara, dan sebagainya. 

Secara umum kesan tentang orang lain bisa dibedakan menjadi 2, yaitu kesan tentang kondisi mental dan emosi seseorang dan kesan tentang atribut atau sifat seseorang. Pembentukan kesannya sendiri lebih banyak bersifat otomatis. Misalnya tanpa dipikirkan lebih lanjut, kamu bisa memperoleh kesan bahwa seseorang sedang marah.


Jeni-jenis Kesan

1. Kesan pertama

Langkah pertama pembentukan kesan pada orang lain adalah membentuk kesan pertama. Biasanya kesan pertama muncul ketika kamu melihat penampakan fisik dan perilaku nonverbal seseorang. Dari penampakan fisik, seperti halnya pakaian yang dikenakan, potongan rambut, perhiasan yang dipakai, postur tubuh, raut muka, sampai bentuk tubuh, kesan pertama banyak diperoleh. 

Misalnya jika kamu melihat seseorang tinggi besar, berjambang, dan berahang lebar, maka mungkin kamu memperoleh kesan bahwa orang itu tegas, berani, dan kasar. Jika kamu melihat seseorang berwajah putih bersih, imut, atau baby face, mungkin kamu memiliki kesan bahwa orang itu kurang tegas, lemah, kurang mandiri, dan lainnya. Tentu saja kesan itu belum tentu benar.

Sangat beragam bentuk dari perilaku nonverbal seseorang yang memunculkan kesan pertama. Mulai dari ekspresi wajah, bahasa tubuh, jarak, kontak mata, sampai parabahasa (nada suara, irama, besar kecilnya suara). 

Kamu bisa mendeteksi sekurangnya 6 jenis emosi orang lain dari ekspresi wajah orang, yakni takut, marah, sedih, senang, terkejut dan jijik. Dari bahasa tubuh, yakni tanda-tanda yang tampak dari gerakan, pose dan posisi tubuh, kamu akan mendapat banyak informasi mengenai apa yang sedang dialami seseorang. 

Demikian juga dari jarak antara dua orang dalam interaksi, kontak mata dan parabahasa. Jika kamu menemui dua orang saling berjauhan, maka diantara mereka mungkin tidak ada saling ketertarikan. Dua orang yang sering melakukan kontak mata, menimbulkan kesan mereka saling suka. Orang yang berbicara dengan nada suara tinggi, mungkin akan menimbulkan kesan orang itu sedang marah.

Selain perilaku nonverbal, perilaku verbal juga bisa memunculkan kesan. Maksud perilaku verbal adalah apa yang dikatakan seseorang, baik yang diucapkan maupun yang dituliskan. Kamu bisa menciptakan kesan tentang seseorang dari informasi yang tersurat maupun tersirat dalam perkataan seseorang. Boleh jadi, kesan terhadap seseorang juga muncul dari perkataan orang lain tentang diri orang itu. 

Bagian penting dari kesan pertama adalah evaluasi. Secara bersamaan pada saat membentuk kesan pertama tentang seseorang, kamu melakukan evaluasi apakah kamu menyukainya atau tidak. Jika ia berkesan menyenangkan, baik hati, ramah, maka kamu cenderung menyukainya. Namun bila ia berkesan sombong, jahat, galak, maka kamu cenderung kurang menyukainya. Jika kamu menyukai, mungkin kamu akan berkenalan. Jika tidak, mungkin kamu akan mengabaikan.

2. Kesan menyeluruh

Langkah kedua setelah kamu mendapatkan kesan pertama adalah membentuk kesan menyeluruh. Informasi yang sepenggal-sepenggal tentang seseorang akan disatukan untuk menimbulkan kesan menyeluruh tentang diri seseorang. 

Misalnya kamu bertemu Bobo. Kamu memperoleh kesan, bahwa Bobo menyenangkan, enak diajak ngobrol, pandai, jorok, pelupa, pemarah. Nah, semua kesan-kesan itu kamu gabungkan berdasarkan derajat negatif dan positif masing-masing kesan. Setelah itu kamu akan memperoleh kesan tentang Bobo seluruhnya. Jika lebih banyak bernilai negatif mungkin kamu tidak akan menyukainya. Sebaliknya jika lebih positif, maka kamu akan lebih menyukainya.

Posting Komentar untuk "Apa Sih Kesan Tentang Orang Lain Itu?"