Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mistrust Abuse, Saat Kamu Tidak Mudah Percaya dan Sering Curiga

 Mistrust Abuse, Saat Kamu Tidak Mudah Percaya dan Sering Curiga

Mistrust Abuse, Saat Kamu Tidak Mudah Percaya dan Sering Curiga

Ada beberapa orang yang memiliki perasaan tidak aman, curiga berlebihan atau merasa orang lain ingin bersikap buruk dan ingin mengambil keuntungan darinya. Perasaan ini juga biasanya disertai oleh pikiran negatif tentang orang lain dan overthinking terhadap kejadian yang akan terjadi.

Jika kamu termasuk orang yang merasakan hal itu, bisa jadi kamu memiliki salah satu jebakan hidup (life traps) yang disebut Mistrust Abuse.

Apa itu Mistrust Abuse?

Menurut terapis kognitif Young & Klosko, Mistrust Abuse bisa disebabkan oleh kurangnya rasa aman dalam keluarga. Terlalu seringnya dijanjikan sesuatu namun tidak ditepati oleh orangtua atau sering dibohongi dan/atau dilecehkan secara verbal maupun fisik semasa kecil menyebabkan seseorang tumbuh dengan rasa curiga, was-was, dan ketakutan yang luar biasa.

Seseorang dengan jebakan hidup ini akan cenderung menganggap orang lain selalu tidak bisa dipercaya karena selalu ingin menyakiti, menipu, atau mengambil keuntungan dari dirinya.

Ciri Mistrust Abuse

Perilaku yang sering muncul yang berhubungan dengan jebakan hidup (life traps) ini yaitu:

1. Sering beramsusi buruk terhadap orang lain

2. Cenderung pesimis dan berpikiran negatif di berbagai situasi

3. Tidak mudah dekat dengan orang baru

4. Tidak mudah beradaptasi

5. Curiga dan ketidakpercayaan berlebihan

Dalam kadar yang wajar, hal ini sebenarnya adalah cara dari pikiran bawah sadar kita untuk menjaga agar pengalaman buruk yang pernah terjadi di masa lalu tidak terulang dan terjadi lagi di masa depan.

Cara Mengatasi Mistrust Abuse

Bagaimana cara mengatasi jika ketidakpercayaan dan rasa curiga itu sudah terlalu berlebihan dan mengganggu aktifitas sehari-hari?

1. Berdamai dengan masa lalu

Meskipun sering kita dengar, ini adalah hal cukup sulit untuk dilakukan. Dalam prosesnya, kita diminta mengingat kejadian yang menyakitkan, mengakui apa yang kita rasakan dan melepaskan setiap emosi negatif yang masih melekat di dalamnya.

2. Belajar percaya kepada orang lain

Memang tidak ada manusia yang sempurna, termasuk diri kita. Jadi, mulailah untuk saling berbenah diri demi hidup yang lebih baik.

Posting Komentar untuk "Mistrust Abuse, Saat Kamu Tidak Mudah Percaya dan Sering Curiga"